Resesi 2023 Akan Berdampak Terhadap Minat Beli Sepeda Motor

- Rabu, 25 Januari 2023 | 11:14 WIB
Yamaha Fazzio di jalan raya. Foto oto
Yamaha Fazzio di jalan raya. Foto oto

MEDIAKEPRI - Isu resesi tahun 2023 ini menghantui bisnis otomotif. Misalnya terhadap penjualan sepeda motor.

Jika resesi betul-betul terjadi, diyakini minat beli masyarakat terhadap sepeda motor akan berkurang.

Bagi pabrikan sepeda motor tentu harus mengambil strategi-strategi untuk mengahadapi resesi tersebut.

Baca Juga: Alana Renkarnasi Dewi Sri Asih, Saksikan Keseruan Film Indonesia Terbaru Ini

Dikutip dari oto,  Yamaha Indonesia sudah ambil ancang-ancang terkait hal tersebut dengan menyiapkan strategi jitu.

President Director & CEO PT YIMM Dyonisius Beti mengungkapkan kepercayaan dirinya menghadapi resesi yang mungkin terjadi di 2023.

Namun tak bisa dipungkiri bila dirinya tetap khawatir, resesi bisa mempengaruhi penjualan motor dan minat beli konsumen.

Baca Juga: Setelah Alami KDRT, Akankah Venna Melinda Gugat Cerai Ferry Irawan?

"Resesi mungkin masih bisa tertahan tapi pasti paling banyak impak yang dirasakan adalah golongan menengah ke bawah di mana biaya hidup itu tidak tertahan, "ujar Dynosius.

Biaya hidup sambungnya naik dengan uang pas-pasan kebutuhan untuk membeli motor itu bisa tertunda.

Dikatakannya, strategi yang akan dilakukan Yamaha adalah memperkuat kepercayaan diri dari sisi internal.

Di lain hal sebutnya juga merancang serta menciptakan terobosan untuk mengadaptasi kemungkinan yang tak terduga dari dampak resesi.

Baca Juga: Sejak Kehilangan Sahabat, Dinda Selalu Dihantui Sosok Wanita, Tonton di Film Horor Perempuan Bergaun Merah

"Menghadapi kondisi global resesi ini, kita harus punya terobosan atau daya pegas, "sebutnya.

Untuk daya pegas yang baik sambungnya adalah harus mengadaptasi segala perubahan yang tidak terduga.

"Karena banyak orang bilang Indonesia tidak adalah masalah soal resesi ini. Tapi jujur bicara, kita agak khawatir utang luar negeri besar dan bunga bisa tertahan, jika bunga naik inflasi pasti naik," pungkasnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Sudah Ku Tahu - Projector Band

Masih terkait strategi, pihaknya akan memperkuat fundamental dan mengokohkan pondasi untuk menghadapi resesi baik secara global dan apabila terjadi di Indonesia nantinya.

"Untuk itu kita harus memperkuat fundamentalnya, kita pikirkan paling penting adalah bagaimana diler itu bisa solid dan kuat, "ujarnya.

Strategi itu katanya ingin memperkuat pondasi, semangatnya harus diperkuat siapapun juga ingin menang.

Baca Juga: Konser Bunda Corla Dinilai Rusak Budaya Indonesia, Farhat Abbas Ancam Lapor Polisi

"Kita lebih mementingkan internal, pondasi, dan memperbaiki efisiensi untuk biaya man power dan sebagainya, "imbuhnya.

Sehingga tambahnya, saat keluar dari kondisi yang tidak pasti ini dan sudah siap untuk tancap gas.***

Editor: Amril

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Poin-Poin Y Connect pada Yamaha XMax Connected

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:09 WIB
X