• Jumat, 7 Oktober 2022

Empat Poin Pembicaraan Presiden Jokowi dengan Pengusaha PEA

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:02 WIB
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan para pengusaha Persatuan Emirat Arab (PEA). (istimewa)
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan para pengusaha Persatuan Emirat Arab (PEA). (istimewa)

MEDIAKEPRI - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Persatuan Emirat Arab (PEA), berdialog dengan sejumlah investor dan pengusaha di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, PEA, Jumat, 1 Juli 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir yang turut serta dalam pertemuan mengatakan bahwa para investor dan pengusaha PEA optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek kedua negara.

"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara dua negara, yaitu UAE, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia," ujar Erick selepas pertemuan.

Baca Juga: Kejutan TNI untuk Kepolisian di HUT Bhayangkara

Menteri BUMN memaparkan, setidaknya ada empat poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha, yaitu pertama terkait logistik udara. Erick menyebutkan, di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan PEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan.

"Indonesia dan UAE ini bisa menjadi partner yang saling menguntungkan. Di mana Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam seperti energi, pangan, dan lain-lain, secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi," jelasnya.

Kedua, mengenai ibu kota Nusantara (IKN), Erick menjelaskan bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat memang perlu membuat ibu kota baru. Erick memandang bahwa pemerintah perlu menyiapkan kota masa depan untuk penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.

Baca Juga: Bupati Anambas Abdul Haris Sambut Baik Program Cinta Tanah Air Yayasan BUMN untuk Indonesia

"Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan tentu kita harus menyiapkan kota masa depan. UAE sendiri, Abu Dhabi sangat optimistis melihat ini sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi juga pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya," paparnya.

Halaman:

Editor: Dani Ramdani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Raja Charles III untuk Melayani Inggris

Sabtu, 10 September 2022 | 06:21 WIB

Tanya Pardazi Tewas saat Ikuti Sekolah Terjun Payung

Senin, 5 September 2022 | 17:21 WIB

Dari Moskow, Presiden Bertolak Ke Abu Dhabi

Jumat, 1 Juli 2022 | 11:56 WIB
X